Sabtu, 21 Mei 2016

Cara Cepat Belajar Menghitung Subnetting IP Address

Subnetting sering diartikan sebagai metode yang dilakukan untuk membagi blok setiap alamat IP address menjadi beberapa blok IP address. Dari blok yang rentang IP address nya banyak dibuat sehingga membentuk rentang IP address yang lebih sedikit.Sebelum melanjutkan lebih jauh, ada baiknya jika kita mengenal dan memahami terlebih dahulu beberapa istilah yang sering digunakan dalam subnetting seperti di bawah ini.
Network address adalah sebuah alamat IP address yang dipakai untuk mewakili dari sekumpulan host yang tergabung dalam sebuah jaringan. Fungsinya adalah untuk menandai sebuah network agar dapat dibedakan dengan network yang lain. Karena fungsinya tersebut, network address juga dipakai untuk mengirimkan paket dari LAN ke LAN atau jaringan satu ke jaringan lain.
Broadcast address adalah alamat yang digunakan sebuah IP address untuk mengirim paket ke semua host yang ada pada sebuah jaringan/LAN. Berbeda dengan network address, broadcast address tidak diperuntukan untuk untuk mengirim paket ke jaringan lain.
Subnet mask adalah bagian IP address yang dapat menggambarkan jumlah host dari sebuah jaringan. Contoh dari subnetmask, 255.255.255.0 (subnetmask desimal) kemudian dikonversi ke bilangan binary menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000 (subnetmask biner). Pada contoh tersebut bisa kita ketahui terdapat 8 bit angka biner nol, yang berarti jumlah host pada jaringan tersebut adalah 2^8 = 256 host. Karena bilangan tersebut berbentuk binary maka pemangkatan yang digunakan adalah 2.
Classless Inter-Domain Routing (CIDR) merupakan yang dipakai untuk mengalokasikan jumlah alamat yang ada pada blok tertentu. Misal 192.168.0.0/24, pada contoh tersebut yang merupkan CIDR adalah “/24” yang juga sering disebut dengan notasi. Pada kasus ini, bisa kita lihat pula jumlah host yang tersedia. /24 maka jika implementasikan ke bilangan biner menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000, dengan melihat bilangan tersebut maka sudah bisa kita ketahui jumlah host yang tersedia.
Host valid / IP valid adalah alamat IP address yang dapat digunakan oleh host. Misal dalam rentang IP address 192.168.1.0/24, maka host jumlah host valid nya adalah 192.168.1.1 – 192.168.1.254. Sedangkan Ip address pertama 192.168.1.0 merupakanNetwork address dan IP address kedua 192.168.1.255 merupakan broadcast address.
Power of 2. Yang dimaksud dengan power of 2 adalah pemangkatan angka 2 dengan bilang mulai dari nol, 1, 2 dan seterusnya, yang penting bilangan tersebut haruslah angka genap positif. Yang mesti diingat dalam pemangkatan angka 2 adalah sebagai berikut:
2^0 = 1
2^1= 2
2^2=2 x 2 = 4
2^3=2 x 2 x 2 = 8
2^4= 2 x 2 x 2 x 2 = 16
2^5= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 32
2^6= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 64
2^7=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 128
2^8=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 256
2^9=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 512
2^10= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 1024
Baiklah, bekal diatas saya rasa sudah cukup untuk mulai berhitung. :)
A. IP address class C Subnetting
Tentukan IP address yang akan mau disubnetting, misalnya 192.168.1.0/24. Agar lebih mudah memahaminya, saya gunakan CIDR dalam penulisan IP address nya. Sebelum lanjut, saya akan manampilkan CIDR secara lengkap.
Gambar 1.1. Tabel Subnetting
Setelah itu kita lakukan subnetting terhadap ip private yang termasuk dalam class C.
IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/24
Subnet mask binner = 11111111.11111111.11111111.00000000
Subent mask decimal = 255.255.255.0
Jumlah Blok = 2^0 = 1
Jumlah host/blokl = 2^8 = 256
Jumlah host valid = 256 – 2 =254
Blok Pertama: (total host 192.168.1.0 s/d 192.168.1.255)
Network address = 192.168.1.0
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.254
Broadcast address = 192.168.1.255
Berikut ini adalah penjelasan dari cara perhitungan diatas.
1. Subnet mask binner (SM Binner)
Jumlah bit binner pada IP address adalah 32 bit, yang terbagi atas 4 oktet. Setiap oktet terdiri atas 8 bit yang dibatasi dengan titik atau dot. Berdasarkan CIDR atau notasi yang ditentukan diawal perhitungan tadi, yaitu /24. Maka bisa ditentukan bahwa Subnetmask binner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000;
2. Subnet mask decimal (SM Decimal)
Subnet mask desimal merupakan konversi dari subnet mask binner. Karena Subnet mask binner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000, maka subnet decimal 255.255.255.0;
3. Jumlah blok
Karena seubnetting ini dilakukan pada kelas C, maka yang merupakan NET ID adalah tiga oktet pertama dan yang merupkan HOST ID. Perlu kita ketahui yang menetukan jumlah blok pada sebuah IP address adalah jumlah bit 1 pada HOST ID. Karena pada HOST ID tidak terdapat bit 1, maka jumlah blok pada ip address tersebut adalah 2^0 = 1.
4. Jumlah host/blok
Cara penghitungan jumlah host ini merupakan kebalik dari perhitungan jumlah blok. Untuk mencari jumlah host, yang perlu diperhatikan adalah jumlah bit 0 pada SM Binner diatas. Karena pada SM BInner tersebut terdapat 8 bit 0, maka jumlah host nya adalah 2^8 = 256.
5. Jumlah Host valid atau IP Valid
Jumlah total range IP address diatas adalah 256 yang terdiri atas 192.168.1.0 s/d 192.168.1.255; Untuk menentukan IP valid, maka Jumlah Host – 2 (network address dan broadcast address). Jadi Karena pada ip address terdapat 3 jenis address, yaitu network address, broadcast address, dan IP valid. Maka IP address tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu 192.168.1.0 sebagai network address, 192.168.1.255 sebagai broadcast address, dan yang menjadi range IP valid adalah 192.168.1.1 s/d 192.168.1.254;
Setelah saya menjelaskan tentang metode perhitungan diatas, saya akan berikan lagi contoh perhitungan dengan notasi yang berbeda agar semakin mudah dipahami terlebih bagi yang masih belajar.
IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/25
Subnet mask binner = 11111111.11111111.11111111.100000
Subent mask decimal = 255.255.255.128 (didapat dari 2^7=128)
Jumlah Blok = 2^1 = 2
Jumlah host/blokl = 2^7 = 128
Jumlah host valid = 128 – 2 =126
Blok Pertama: (total range 192.168.1.0 sampai 192.168.1.127)
Network address = 192.168.1.0;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.126
Broadcast address = 192.168.1.127
Blok Kedua: (total range 192.168.1.128 sampai 192.168.1.255) pada blok kedua, urutan host melanjutkan blok pertama.
Network address = 192.168.1.128
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.129 s/d 192.168.1.254
Broadcast address =  192.168.1.255
IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/26
Subnet mask binner = 11111111.11111111.11111111.11000000
Subent mask decimal = 255.255.255.192 {didapat dari (2^7) + (2^6) = 192 }
Jumlah Blok = 2^2 = 4
Jumlah host/blokl = 2^6 = 64
Jumlah host valid = 64 – 2 = 62
Blok Pertama: (total range 192.168.1.0 sampai 192.168.1.63)
Network address = 192.168.1.0;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.62
Broadcast address = 192.168.1.63;
Blok Kedua: (total range 192.168.1.64 sampai 192.168.1.127)  pada blok kedua, urutan host melanjutkan blok pertama.
Network address = 192.168.1.64;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.65 s/d 192.168.1.126
Broadcast address = 192.168.1.127;
Blok Ketiga: (total range 192.168.1.128 sampai 192.168.1.191)  pada blok ketiga, urutan host melanjutkan blok kedua.
Network address = 192.168.1.128;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.129 s/d 192.168.1.190
Broadcast address = 192.168.1.191;
Blok Keempat: (total range 192.168.1.192 sampai 192.168.1.255) pada blok keempat, urutan host melanjutkan blok ketiga.
Network address = 192.168.1.192;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.193 s/d 192.168.1.254
Broadcast address = 192.168.1.255;
Semoga bermanfaat
Read more

Jumat, 20 Mei 2016

Membuat Program Papan Catur Sederhana dengan Program C++,


Saya ingin berbagi tentang bagaimana membuat program papan catur dengan menggunakan program C++ , yang mana seperti postingan program-program sebelumnya ini merupakan salah satu dari kumpulan latihan untuk mata kuliah pemrograman. Bagaiman membuat program papan catur seperti gambar dibawah ini ....

Hasil Runingnya : Kita akan diminta menginputkan berapa panjang dan lebar dari papan catur yang di inginkan , disana saya kasih contoh 8x8 .. Selanjutnya lihat coding dibawah , lalu silahkan teman-teman copas ke program c++ kalian .. Enjoy ... Just Share 

Semoga bermanfaat yaa .. 


 

 Codingnya :

#include <stdio.h>

int main() {
    /**************************
        Deklarasi variabel
        row : variabel baris
        col : variabel kolom
        board : variabel matriks 2D (papan catur)
        i, j : variabel loop
    ***************************/
    int row, col, i, j;

    printf("Program Membuat Papan Catur");
    printf("\n*****************************\n");

    //input variabel row & col dari user
    printf("\nPanjang : "); scanf("%i", &row);
    printf("Lebar   : "); scanf("%i", &col);
    printf("\n");

    char board[row][col];
    // inisialisasi elemen papan catur
    for(i = 0; i < row; i++) {
        for(j = 0; j < col; j++) {
            if(i % 2== 0) {
                if(j % 2 != 0) {
                    board[i][j] = ' ';
                }else{
                    board[i][j] = 219;
                }
            }else{
                if(j % 2 == 0) {
                    board[i][j] = ' ';
                }else{
                    board[i][j] = 219;
                }
            }
        }
    }

    // cetak (akses) papan catur
    for(i = 0; i < row; i++) {
        for(j = 0; j < col; j++) {
            printf("%c", board[i][j]);
        }
        printf("\n");
    }

    getch();
    return 0;
}

Selamat mencoba :D
Read more

Program Sederhana dengan Pemrograman C++


Contoh program sederhana yang menggunakan bahasa C++ dengan program editor menggunakan Turbo C++ IDE, Saya juga menambahkan gambar saat dicompile beserta Hasilnya..


Latihan I : Program Umur 

//Program Umur
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main ()
{int usia;
clrscr();
cou<<" Berapa Usia Anda ?? ";
cin>>usia;
if (usia<17)
    cout << " Anda Belum Dewasa " <<endl;
else
    cout << " Anda Dewasa " <<endl;
}


Compile :

Hasilnya :


Read more

Membuat Kalkulator Dengan Pemrograman Visual Studio 2012

Langkah –langkah membuat kalkulator :

1. Setelah download VS 2012 Ultimate dari link diatas, ekstrak file rar dengan mengunakan WinRar, setelah diekstrak anda bisa menggunakan Daemon tools atau tetap menggunakan WinRar untuk mount file iso. Kemudian run vs_ultimate.exe sebagai Administrator.

2. Install seperti biasa, dan anda akan ditawarkan jika anda ingin meng-install fitur optional packages bawaan VS 2012 seperti Blend for Visual Studio, Lightswitch, Microsoft Foundation Classes for C++, dsb. Skip tahap ini jika anda tidak membutuhkan optional package ini.

3.  Setelah selesai install buka VS 2012. Klik New Project... pada Ultimate 2012 start page. Atau klik File, New, Project pada pojok kiri atas baris menu.


4. Akan muncul tab seperti ini : 



Klik Windows Form Application, lalu ketik Name, Solution, dan Location penyimpanan project sesuai yang anda inginkan. Lalu klik OK.

5. Setelah ditampilkan form designer, kita mulai dengan mendesign label. Klik toolbox, klik Label, lalu klik di area form. 

6. Klik label yang telah anda buat, dan ganti nama label1 dengan "masukkan angka pertama :" pada field Text di object properties. Bikin pula label kedua untuk "masukkan angka kedua :".


Susun sampai seperti ini : 



7. Kemudian kita akan mendesign textbox yang akan digunakan untuk memasukkan nilai input untuk dihitung. Klik Toolbox, klik TextBox, lalu klik di area form.

Susun sampai seperti ini :

8. Kemudian yang terakhir, kita akan mendesign tombol untuk operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Klik Toolbox, klik Button, lalu klik di area form.

Setelah klik di area form, klik button yang anda buat tadi, lalu ganti nama button1 dengan + pada field Text di object properties. 


Ulangi tahap diatas sampai terbentuk empat button seperti gambar dibawah ini :

9. Klik Toolbox, klik label, dan namai sebagai "Result :". Lalu klik Toolbox, klik Textbox, lalu klik di area form. Sampai semuanya seperti ini :


10. Taaaa-daaaaaa... Tahap mendesign sudah selesai. Sekarang saatnya mengutak-atik script pada setiap komponen button yang kita pasang di area form. Prinsipnya ketika kita menjalankan program diatas, kita harus menentukan aksi apa yang akan terjadi setelah kita meng-klik setiap button diatas. Tentunya jika kita menekan tombol +, maka kedua nilai input yang kita masukkan dalam text box akan dijumlah. Begitu pula dengan pengurangan, maka akan dikurangi, dst. Langkah selanjutnya adalah melihat script code. Dapat dilakukan beberapa cara, salah satunya :

Klik kanan pada salah satu dari komponen di area form, misalnya ane klik kanan pada button 1, lalu klik view code.

ATAU klik panah pada form1.vb, lalu klik form1 pada Solution Explorer.


11. Setelah itu anda akan dialihkan ke tampilan layar seperti ini :

Kita mulai dari button1 (tombol +). Klik Form 1 tab di atas, lalu klik button 1.

Dan klik declarations tab diatas, lalu pilih Click.

Lakukan hal yang sama sampai dengan button 4.

12. Di bawah Public Class Form1, ketik : Dim x, y, r As Integer
dengan asumsi bahwa x sebagai variabel pertama, y sebagai variabel kedua, dan r sebagai hasil/result. Anda bisa mengganti x dan y dengan a dan b, atau v1 dan v2, itu semua terserah anda.

Note :
Mengapa kita memisalkan x, y, dan r sebagai tipe data integer? Karena kita menginginkan x, y, atau r untuk di input sebagai angka, dengan ketentuan jarak/batas integer adalah  -2147483648sampai +2147483647. Kalau nilai nya kita masukkan 2147483648, jelas bakal muncul pesan error, karena melebihi batas 2147483647. Dan integer juga berfungsi sebagai pembulatan bilangan desimal. Misal seperti nilai 7.9, maka akan dibulatkan oleh integer menjadi 8. Begitu pula dengan 9.5 menjadi 9.

13. Di setiap Private Sub Button 1 sampai 4, kita membuat operasi perhitungan yang cocok dengan setiap button tersebut. Misalnya di Button 1 (tombol +) akan dibuat penjumlahan antara variabel pertama dan kedua, dalam hal ini berarti : x + y. Hasilnya disimpan dalam kotak Result (TextBox3). Namun anda harus cek kembali dan pastikan bahwa Texbox yang paling bawah di area form adalah Texbox3. Cara cek nya adalah melihat Name (di bagian Design) pada Object Properties. Seperti gambar dibawah :

 
14. Jika sudah benar TextBox3 nya, maka kita tambahkan script untuk button 1 sampai 4 nya. Mulai dari Button 1, ikuti seperti gambar dibawah :

15. Untuk Button 2 sampai 4 ikuti script seperti gambar dibawah :

16. Kemudian klik Start di bagian baris menu untuk menjalankan program.

17. Selamaaaatttt!!! anda berhasil membuat kalkulator sederhana dengan Visual Studio!!


Demikian tutorial sederhana cara membuat kalkulator.
Read more

KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN DASAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN MICRO

A.    Pendahuluan
Keterampilan dasar adalah keterampilan standar yang harus dimiliki setiap individu yang berprofesi sebagai guru.
Menurut Allen and Ryan (1969) dalam bukunya Micro Teaching mengemukakan 14 komponen keterampilan mengajar antara lain.
      1.      Stimulus Variation (variasi stimulus)
      2.      Set Induction (siasat memulai pembelajaran)
      3.      Closure (menutup pembelajaran)
      4.      Silence and Non Verbal Cues (isyarat)
5.      Reinforcement of student Partisipation (penguatan dalam pembelajaran)
6.      Fluency in Asking Question (keaktifan bertanya)
7.      Probing Question (pertanyaan melacak)
8.      Higher Order Question (bertanya tingakat tinggi)
9.      Divergent Question (pertanyaan belum pasti)
10.  Recognizing Attending Behavior (mengenal tingkah laku yang tampak)
11.  Illustrating and Use os Example (pengilustrasian dan penggunaan contoh)
12.  Lecturing (berceramah)
13.  Planned Repetition (pengulangan yang direncanakan)
14.  Copleteness of Communication (kelengkapan berkomunikasi)



B.     Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran (Set Induction and Closure)
Dalam keterampilan membuka pelajaran guru harus memberikan pengantar atau pengarahan terhadap materi yang akan di ajarakan kepada peserta didik agar siap mental dan tertarik untuk mengikutinya.
Keterampilan membuka dan menutup pelajaran dalam istilah lain dikenal dengan set induction, yang artinya usaha atau kegiatan yang di lakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prokondisi bagi peserta didik agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya, sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar.
Keterampilan membuka pelajaran merupakan kunci dari seluruh proses pembelajaran yang harus dilaluinya. Sebab jika seorang guru pada awal pembelajaran tidak mampu menarik perhatian peserta didik, maka proses tujuan pembelajaran tidak akan tercapai dengan baik.
Menutup pelajaran (closure) yaitu kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan mengemukakan kembali pokok-pokok pembelajaran.
Inti kegiatan menutup pelajaran adalah :
1.      Merangkum atau meringkas inti pokok pelajaran.
2.      Mengonsolidasikan perhatian peserta didik pada masalah pokok pembahasan agar informasi yang diterimanya dapat membangkitkan minat dan kemampuannya terhadap pelajaran selanjutnya.
3.      Mengordinasikan semua pelajaran yang telah dipelajari sehingga memerlukan kebutuhan yang berarti dalam memahami materi pelajaran.
4.      Memberikan tindak lanjut berupa saran-saran serta ajakan agar materi yang baru dipelajari.



C.    Keterampilan Mengelola Kelas (Class Room Management)
Kondisi belajar yang optimal dapat dicapai jika guru mampu mengatur peserta didik dan sasaran pembelajaran serta mengendalikannya dalam susanana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Keterampilan mengelola kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikam ke kondisi yang optimal jika terjadi gangguan, baik dengan cara mendisiplinkan ataupun melakukan kegiatan remedial.

Penggunaan Kelas
Penggunaan komponen dalam kelas mempunyai beberapa tujuan, antara lain :
1.      Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah laku.
2.      Membantu siswa untuk mengerti tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas, dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan, dan bukan kemarahan.
3.      Menimbulkan rasa kewajiban melihat diri dalam tugas serta bertingkah laku yang sesuai dengan aktivitas kelas.

Komponen Keterampilan Mengelola Kelas
Komponen keterampilan mengelola kelas adalah sebagai berikut
1.      Kehangatan dan keantusiasan.
2.      Penggunaan bahan yang menantang akan meningkatkan belajar siswa.
3.      Perlu dipertimbangkan penggunaan variasi media, gaya mengajar, dan pola interaksi.
4.      Diperlukan keluwesan tingkah laku guru dalam mengubah strategi mengajarnya untuk mencegah gangguan yang timbul.
5.      Penekanan hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal negative.
6.      Mendorong siswa untuk mengembangkan disiplin diri sendiri dengan cara memberi contoh dalam perbuatan guru sehari-hari.

Keterampilan mengelola kelas dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.      Keterampilan yang berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal
a.       Menunjukan sikap yang tanggap
b.      Membagi perhatian
c.       Memberi petunjuk-petunjuk yang jelas
d.      Menegur
e.       Memberi penguatan

2.      Keterampilan yang berkaitan dengan pengembalian kodisi belajar yang optimal.
a.       Memodifikasi tingkah laku
b.      Pengelolaan kelompok
c.       Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah adalah seperangkat cara yang dapat dikerjakan

Hal-hal yang Harus Dihindari
Beberapa kekeliruan yang perlu dihindari dalam mempraktikkan keterampilan mengelola kelas adalah :
1.      Campur tangan yang berlebihan
2.      Kelenyapan perbuatan yang menunjukan adanya kelenyapan dilihat pada tingkah laku guru yang gagal dalam melengkapi suatu intruksi, sehingga penyajian menjadi terhenti untuk beberapa saat, yang sifatnya menjadi mengganggu.
3.     Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan kekeliruan ini timbul bila guru memulai sesuatu aktivitas tanpa mengakhiri secara tuntas aktivitas sebelumnya.
4.  Penyimpangan : Penyimpangan terjadi karena guru sedemikian asyik membicarakan sesuatu kegiatan yang keluar dari tujuan pelajaran.
5.      Bertele-tele : kesalahan ini terjadi karena guru :
      1)      Selalu mengulang-ulang hal tertentu
      2)      Memperpanjang keterangan
      3)      Merubah suatu teguran yang sederhana menjadi ocehan yang berkepanjangan
6.      Pengulangan penjelasan yang tidak perlu : kekeliruan ini ditandai oleh kegiatan guru membagi petunjuk secara terpisah dalam setiap kelompok, yang sebenarnya petunjuk tersebut dapat di berikan secara klasikal.

D.     Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement)
Pada umumnya penghargaan memberi pengaruh positif terhadap kehidupan manusia, karena dapat mendorong dan meperbaiki tingkah laku seseorang serta meningkatkan usahanya.
Intisari arti dari penguatan itu adalah respons terhadap suatu tingkah laku positif yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.



Komponen-komponen Keterampilan Penguatan
Pada prinsipnya keterampilan penguatan dapat dikelompokan kepada dua jenis, penguatan verbal dan penguatan non-verbal.
1.      Penguatan verbal, berupa kata-kata atau kalimat seperti saya sengan, ya, dan sebagainya.
2.      Penguatan non-verbal, berupa mimic , dan gerakan tubuh.

E.     Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil (Guiding Small Discussion)
Diskusi ini harus ada dalam proses pembelajaran. Tidak semua guru yang mampu melakukan diskusi dalam proses pembelajaran, justru itu perlu latihan. Ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam diskusi kelompok kecil antara lain :
1.      Memusatkan perhatian peserta didik pada tujuan dan topic diskusi.
2.  Memperluas masalah, intinya merangkum kembali permasalahan supaya jelas, menjelaskan gagasan peserta didik dengan memberikan informasi yang jelas.
3.     Menganalisis pendapat peserta didik, antara lain menganalisis alasan yang di kemukakan memiliki dasar yang kuat, meperjelas hal-hal yang telah di sepakati.
4.   Meluruskan alur berfikir peserta didik, mencakup mengajukan beberapa pertanyaan menentang siswa untuk berfikir, memberikan contoh-contoh verbal, meberikan waktu untuk berfikir, dan memberi dukungan terhadap pendapat perserta didik yang penuh perhatian.
5.      Memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam diskusi, terkait dengan memancing semangat berfikir peserta didik, memberikan kesempatan kepada yang belum berbicara, mengatur jalannya siding diskusi, dan mengomentari pendapat yang dikemukakan.
6.      Menutup diskusi, kegiatannya, membuat rangkuman hasil diskusi, menindak lanjuti hasil diskusi, dan menilai hasil diskusi.


F.     Keterampilan Bertanya (Questioning)
Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respons dari seseorang yang terkenal. Respons yang diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal seperti stimulasi efektif yang mendorongkan kemampuan berfikir, antara lain :
1.      Merangsang kemampuan berfikir siswa.
2.      Membantu siswa dalam belajar.
3.      Mengarahkan siswa pada tingkat interaksi belajar yang mandiri.
4.    Meningkatkan kemampuan berfikir siswa dari kemampuan berfikir tingakat rendah ke tingkat yang lebih tinggi.
5.      Membantu siswa dalam mencapai tujuan pelajaran yang dirumuskan.

Jenis-jenis pertanyaan menurut tujuannya
1.      Pertanyaan permintaan (compliance question) pertanyaan harapan agar siswa mematuhi perintah.
2.      Pertanyaan retoris (rhetorical question), menghendaki jawaban guru.
3.  Pertanyaan mengarahkan (promting question),pertanyaan yang diajuakan untuk mengarahkan siswa dalam proses berfikir.
4.    Pertanyaan menggali (probing question) pertanyaan lanjutan yang akan mendorong siswa untuk lebih mendalami jawabannya.
5.      Pertanyaan menurut Taksonomo Bloom (kognitif, afektif, dan psikomotor).
6.      Pertanyaan menurut luas dan sempit sasaran.

G.    Keterampilan Menjelaskan Pelajaran (Explaining)
Ciri utama keterampilan penjelasan yaitu penyampaian informasi yang terencana dengan baik, disajikan dengan benar, serta urutan yang cocok, memberikan penjelasan merupakan salah satu aspek yang penting dalam perbuatan guru. Beberapa alasan mengapa keterampilan dalam menjelaskan perlu dikuasai, antara lain :
1.      Pada umumnya interaksi komunikasi lisan didalam kelas didominasi oleh guru.
2.  Sebagian besar kegiatan guru adalah informasi. Untuk intu efektivistas pembicaraan perlu ditingkatkan.
3.      Menjelaskan yang diberikan guru dan yang ada dalam buku sering kurang dipahami peserta didik.
4.      Informasi yang diperoleh peserta didik agar terbatas.
Komponen-komponen yang harus diperhatikan dalam penjelasan adalah :
1.      Merencanakan pesan yang disampaikan.
2.      Menggunakan contoh-contoh.
3.      Memberikan penjelasan yang paling penting.
4.      Mengajukan pertanyaan kepada peserta didik tentang materi yang belum dipahami.

H.    Keterampilan Mengadakan Variasi (Variation Stimulus)
Varisi stimulus itu adalah suatu kegiatan guru dalam kontek proses interaksi pembelajaran yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan peserta didik, sehingga dalam proses situasi pembelajaran senantiasa menunjukan ketekunan dan penuh partisipasi. Inti tujuan proses pembelajaran variasi adalah menumbuh kembangkan perhatian dan minat peserta didik agar belajar lebih baik. Sedangkan manfaat keterampilan variasi dalam prose pembelajaran adalah :
1.      Menumbuhkan perhatian peserta didik.
2.      Melibatkan perserta didik berpartisipasi dalam berbagai kegiatan proses pembelajaran.
3.      Dengan bervariasinya cara guru menyampaikan prose pembelajaran, maka akan membentuk sikap positif bagi peserta didik terhadap guru.
4.      Dapat menanggapi rasa ingin tahu dan ingin menyelidiki peserta didik.
5.      Melayani keinginan dan pola belajar para peserta didik yang berbeda-beda.

Selain itu , syarat-syarat lain yang dikenal sebagai extra-verbal,  yaitu informasi warna dan bunyi-bunyian. Guru diharapakan mampu memodifikasi variasi, melalui :
1.      Suara guru (voice variations) tekanan tinggi-rendah, cepat-lambat.
2.   Memusatkan perhatian peserta didik (verbal focusing) pada hal yang di anggap penting dapat dilakukan guru dengan kata-kata seperti, perhatian baik, peka, sekaligus dilakukan dengan gerakan tangan.
3.     Mengadakan diam sejenak (silence) pada saat yang tepat membuat pembicaraan guru lebih jelas, karena ini berfungsi sebagai koma, titik, atau tanda seru yang membagi pelajaran dalam kelompok-kelompok kecil.
4.  Intonasi dan bunyi-bunyian lain (extra-verbal cues) seperti para guru menanggapi pekerjaan peserta didik dengan kata-kata, ahh, eeh, hmm, wah, pintar sekali disampaikan sesuai dengan nada suara, dengan kata-kata ini membuat emosional peserta didik lebih akrab.
5.    Guru menguasai dengan kontak mata (eye contact), kalau ada kontak mata guru dengan peserta didik , kata-kata yang diucapkan guru terasa lebih meyakinkan dan meperkuat informasi.
6.   Ekspresi roman muka (facial epression), ekpresi roman wajah guru perlu ceria dan bahkan ini sangat penting dalam berkomunikasi dengan peserta didik.
7.  Gerak gerik tangan (gestures) variasi dengan gerakan tangan, mata kepala dan badan dapat memperkuat ekspresi guru, sebaliknya gerakan yang aneh dapat mengganggu situasi perhatian dalam proses pembelajaran.
8.    Tempat berdirinya guru dikelas (movement) variasi penggantian posisi guru di dalam kelas akan mendapat perhatian oleh peserta didik, seperti gerakan kea rah depan, belakang, kanan kekiri dan sebaliknya (tidak selalu duduk didalam kelas).
9.    Variasi dalam pola interaksi dan kegiatan peserta didik, hindari guru banyak bicara atau terlalu lama sehingga kehilangan perhatian dan minat peserta didik.
10.  Variasi dalam menggunakan media dan bahan pengajaran.

Read more